Jika Anda memiliki kebiasaan tidur yang buruk sebaiknya segera temukan solusi untuk mengatasi hal itu. Dibawah ini adlah beberapa akibat dari kebiasaan kurang menyehatkan yaitu kurangnya tidur :
1.Rawan Stroke
Mereka yang harus waspada terhadap risiko ini adalah kalangan pekerja
usia 40-an hingga usia lanjut dan memiliki berat badan normal. Dalam kajiannya, peneliti dari University Alabama di B
irmingham
melibatkan 5.666 partisipan berusia 45 tahun ke atas, yang dipantau
perkembangannya selama tiga tahun. Para peserta tidak memiliki riwayat
stroke, serangan iskemik transien, gejala stroke atau risiko tinggi
terkait sleep apnea pada awal penelitian. Hasil studi
menunjukkan, mereka yang punya kebiasaan tidur kurang dari enam jam
setiap hari berisiko lebih tinggi mengidap stroke ketimbang peserta
yang tidurnya cukup. Risiko ini berlaku bagi mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal dan berisiko rendah memiliki gangguan tidur sleep apnea. Jadi bagi yang sering tidur kurang dari 6 jam, tolong dirubah kebiasaan itu karena dapat menjadi rawan stroke, tentu kita semua tidak ingin menderita stroke bukan ?, untuk itu selagi belum terlambat kita rubah kebiasaaan tidur kita menjadi lebih baik.
2.Perburuk Gangguan Telinga Berdengung
Sebuah riset terbaru mengindikasikan, kualitas tidur yang buruk
ternyata dapat memperberat kondisi penderita tinnitus. Tinnitus adalah
sebuah gejala di mana telinga atau kepala terasa seperti berdering,
berdesir atau berdengung. Dalam kajiaannya, peneliti di Amerika melibatkan hampir 117 pasien
tinnitus yang tengah menjalani perawatan di Henry Ford Hospital di
Detroit antara tahun 2009 dan 2011. Temuan menunjukkan, semakin parah
gejala insomnia mereka, maka semakin besar keluhan gejala tinnitus
serta semakin buruk gangguan emosi peserta.Para peneliti mengungkapkan, hasil temuan mereka dapat menjadi bukti
bahwa pengobatan insomnia pada pasien dengan tinnitus dapat mengurangi
keparahan gejala tinnitus.
3.Pemicu Diabetes
Peneliti memantau 21 orang sehat, yang semuanya tinggal di laboratorium
tidur selama hampir enam minggu, di mana siklus tidur, pola makan dan
kegiatan semuanya dikontrol oleh peneliti. Temuan menunjukkan, peserta yang hanya diperbolehkan tidur sekitar enam
jam semalam dan mengalami pergeseran siklus tidur/bangun memiliki
tingkat gula darah yang lebih tinggi dan proses metabolisme cenderung
melambat. Dalam studi tersebut, peneliti melakukan tes darah untuk mengukur
beberapa kadar hormon, termasuk insulin, kortisol (yang berhubungan
dengan stres), dan leptin dan ghrelin (yang berhubungan dengan mengatur
nafsu makan). Mereka menemukan bahwa jadwal tidur terganggu menyebabkan penurunan 32
persen jumlah insulin yang dilepaskan di dalam tubuh setelah makan.
Insulin adalah hormon kunci dalam regulasi gula darah.
4.Gangguan Ingatan/Pikun
Tidur yang kurang dapa menyebabkan teradinya gangguan ingatan atau pikun, karena penurunan hormon stimulasi tiroid, menurunkan kadar hormon pertumbuhan (growth hormon), prolaktin dan leptin. Jadi agar kitasemua tidak cepat pikun atau mengalami gangguan ingatan, maka harus merubah kebiasaan tidur kurang menjadi tidur cukup.
5.Membuat Tubuh Menjadi Gemuk
Penelitian para ahli dari Mayo Clinic in Rochester, Minnesota Amerika
Serikat menemukan, mereka yang tidak cukup tidur cenderung mengonsumsi
lebih banyak kalori sehingga cenderung lebih mudah menjadi gemuk. Selama pemantauan, semua peserta diizinkan untuk makan
sebanyak-banyaknya yang mereka inginkan. Hasil penelitian
memperlihatkan, peserta yang masuk dalam kategori kelompok kurang tidur
- di mana setiap malamnya mereka mengalami kekurangan waktu tidur
sekitar satu jam dan 20 menit - mengonsumsi rata-rata 549 kalori
tambahan per hari. Selain itu, pada kelompok yang kurang tidur juga lebih sedikit membakar
kalori saat melakukan aktivitas ketimbang peserta yang cukup tidur.
Sebenarnya masih banyak lagi akibat buruk dari kurang tidur, jadi apakah anda akan berubah pikiran untuk tidak lagi tidur kurang ? itu adalah awal baik untuk hidup sehat, dimulai dari kebiasaan tidur sehat.. Terimakasih.. Semoga bermanfaat :)
Sumber : Kompas Health
Tidak ada komentar:
Posting Komentar